
b. Penghidupan dan Perlengkapan Panca Indra (Assajadah, 9)
Kemudian dia (Allah) menyempurnakan dengan meniupkan kedalam (tubuhnya) ruh (ciptaanNya) dan menjadikan bagi kamu pendengeran, penglihatan, dan hati ; (tetapi) kamu sedeikit kali bersyukur (Assajadah , 9)
![]()
ketiga komponen tersebut merupakan jendela untuk masuknya ilmu dan wadah iman di dalam tubuh manusia.
c. Pembelajaran Manusia (Al-alaq 3-5)
bacalah dengan nama tuhan mu yang maha pemurah (3) yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam (4) dia mengajarkankan kepada manusia apa yang di ketahuinya (menjadi di ketahui) (5).
Systematka ilmu
1. Pengenalan Allah sebagai satu-satunya Tuhan (Ilmu tauhid [Syariah, Akhlak] )
sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan selain aku, maka sembahlah aku dandirikanlah salat untuk mengingat Ku (thaha, 14)
maka ketahuilah (olehmu) tidak ada tuhan selain Allah dan mohan lah ampun bagi dosa mudan bagi dosa orang-orang mukmin (Muhammad SAW, 19)
2. pengenalan diri (Al-Alaq, 1-2; Al-Mu’minun, 12-14; Assajada, 9; Al-‘araf 179)
3. pengenalan Tatasurya
Al-Ambiya, 33; Al-Muzammil, 9; Arrahman, 17; Al-A’raf, 54; Al-furqan, 61; Yassin, 40; Nuh 15-16; Atakwir, 15-16; Fusshilat, 11; Al-Fath, 23)
4. Pengenalan Bumi
Arraad, 4
Fathir,, 27
Yassin
5. Interaksi langit Vs BumiVs Matahari
Hujan (Abassa 25-32)
Matahari sumber cahaya. Sebagai energi fotosintesis pada tanaman di siang hari tidak dapat diganti.
2. Informasi Al-Qur’an tentang alam
a. Ketentuan Allah terhadap hokum alam
Ketaatan langit dan bumi terhapat ketentuan Allah (Fussilat, 11)
Sunnatullah bersifat tetap dari dulu sehingga sekarang (Alfath, 24)
b. Relevansi Al-Qur’an dengan hasil penemuan manusia
b.1. Butir satu di atas
b.2. Wataral jibal (Al-Mulk)
b.3. Wafilardi qihaun (Arra’du)
3. Tantangan Al-Qur’an terhadap kecemasan manusia sebagai sumber inspirasi
a. Menyusun satu surat atau satu ayat Al-Qur’an (Al-Baqarah). Manusia harus berdasarkan data dan fakta (Keterangan atau informasi yang benar). Tidak mampu menentukan substansi ayat
b. Menghidupkan bumi yang tandus (yassin)
4. Perintah kepada manusia untuk meniliti alam (Qulindzuru..)